Review Headshot (2016)

review headshot 2016

Naik level, mungkin inilah kata yang tepat untuk perfilman Indonesia, bisa dilihat dari film-film dari para Sineas tanah air kita, berlomba membuat karya mereka lebih baik dari yang lain dengan cita rasa yang berbeda, salah satu yang terbaru adalah Warkop D.K.I Reborn part 1 garapan Anggy Umbara yang berhasil memecahkan rekor penonton terbanyak di tahun 2016, Ada Apa dengan Cinta 2 yang berhasil mengobati kerinduan akan sosok Rangga dan Cinta, yang terbaru tentu saja Headshot yang tayang perdana 8 desember kemarin. 
Headshot mengusung tema action & mystery, menghadirkan kisah pemuda yang bernama Ishmael (Iko Uwais) yang mengalami lupa ingatan sebab ditembak dibagian kepala, sehingga membuatnya koma selama 2 bulan. Lalu terbangun dan mendapati dirinya berada dirumah sakit dan dirawat oleh seorang dokter cantik Ailin yang diperankan Chelsea Islan. Cerita makin seru ketika ingatan Ishmael semakin hari semakin membaik. Inilah yang menarik, dengan permainan Mo Brotyhers, Headshot menampilkan flashback sosok Ishmael, satu persatu teka-teki terkuak tentang siapa sebenarnya Ishmael.
Tak ada yang meragukan Mo Brothers ketika menggarap sebuah film thriller atau msytery, lihat saja sejarah sebelumnya, Rumah Dara yang mencekam lalu Killers yang go internasional. Tapi bagaimana dengan genre action yang menjadi balutan utama Headshot? Memang tak sebaik Merantau atau The Raid arahan Gareth Evans, namun dengan membawa aktor yang sama yaitu Iko Uwais, Mo Brothers berhasil membuat pertarungan disetiap adegan terlihat wah.
Celah tentu saja ada dalam film ini, tak cuman satu atau dua. Sebagai film dengan genre mystery Headshot masih banyak memiliki kejanggalan disana sini, misteri yang disampaikan dan jawaban dari teka-teki tersebut belum mampu memuaskan rasa haus penonton. Pendalaman tiap karakter pun seolah tak memiliki chemistry yang pas, dialog terasa kaku dan gerak gerik terasa dipaksakan. Mungkin ini menjadi pelajaran menarik bagi Mo Brothers bahwa bukan hanya genre yang menarik yang harus diutamakan, namun pendalaman tiap karakter pun perlu. Jujur saja, jalan cerita Headshot sangat menarik, hal yang langka mengusung tema pencarian jati diri dengan action yang bagus. 
Hal yang menurut saya menarik adalah sosok Antagonis utama yaitu Lee yang diperankan oleh Sunny Pang, Lee memiliki ciri khas tersendiri, memiliki aura bengis sosok raja yang susah untuk dikalahkan. Julia Estelle yang tampil apik di film The Raid 2 justru tak terlihat keren disini, Julia estelle yang memerankan sosok Rika yang katanya memiliki hubungan dekat dengan Ishmael pasca sebelum koma, nyatanya tak ada gambaran yang jelas, hanya dijelaskan dengan kata-kata di antara percakapan Rika dan Ishmael. Karakter Ishmael yang dipernakan Iko Uwais pun tak ada yang istimewa, sama halnya dengan penampilanya di film-film sebelumnya. penampilan Chelsea Islan di Headshot tak kalah bagus dengan penampilanya di film-filmnya, artis cantik ini memang selalu tampil gemilang.

Kesimpulanya, Headshot memiliki ciri khas tersendiri, mengusung tema yang jarang dimainkan Sineas Indonesia, namun itu semua tak didukung pendalaman karakter dan jalan cerita yang baik.
Headshot (2016)




7.0Xinemagz.com


Previous
Next Post »
Comments
0 Comments