Review Fantastic Beast And Where To Find Them

Review Fantastic Beast Newt Scamander


Tahun ini penggemar Harry Potter mendapatkan hadiah yang menarik dari J.K. Rowling kala Novel sempalan dari karya beliau berhasil di filmkan, Fantastic Beast and Where to Find Them. Kalau kalian salah satu penggemar franchise Harry Potter, tentu tak akan melewatkan film yang satu ini. Sejak kemunculanya tahun 2001 versi layar lebar, Harry Potter and the Sorcerer's Stone berhasil menarik banyak minat, baik yang muda atau tua, bahkan anak-anak. Sejak Warner Brothers membeli hak cipta novel fantasi milik J.K. Rowling ini, yang konon katanya dibelinya dengan harga yang relatif murah. Harry Potter and the Sorcerer's Stone yang kala itu disutradarai oleh Chris Columbus pun mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para penikmat film fantasi, meraih pendapatan $950 juta dari seluruh dunia, menjadikan film ini mendapatkan peringkat ketiga film terlaris sepanjang massa setelah Titanic dan The Lord Of The Rings: The Return Of The Kings. Sebagai film pertama tentu saja film ini tak sekental film-film berikutnya, karena memang film ini digadang sebagai awal perkenalan para karakter dan dunia sihir. Lambat laun film-film berikutnya pun bermunculan hingga seri terakhir yang menjadi penutup kisah Harry Potter melawan Voldemort di tahun 2011 dengan judul Harry Potter and The Deadly Hallows - part 2. Tak hanya berhenti disitu saja kisah Harry Potter, Rowling kembali merilis buku kedelapan kisah Harry Potter, namun bukan dalam bentuk novel, melainkan naskah drama teater pertunjukan. Pentas drama Harry Potter And The Chursed Child dipentaskan tanggal 20 Juli 2016 kemarin, sedangkan naskah pementasan dirilis sehari setelah pertunjukan. untuk kisahnya, Rowling mengambil latar 19 tahun kemudian setelah pertempuran Hogwarts dalam epilog Harry Potter And The deadly Hallows, yang didalamnya berfokus pada hubungan Harry Potter yang menjadi auror di kementerian sihir.

Jika kalian kira film terbaru Rowling yang berjudul Fantastic Beast And Where To Find Them merupakan sekuel Harry Potter, kalian salah. Fantastic Beast justru membangun alurnya puluhan tahun sebelum Harry Potter lahir. Tepatnya tahun 1926, bertepatan saat Lord voldemort lahir. Awalnya hanyalah sebuah buku pelajaran murid-murid Hogwarts, yap, ini adalah buku bacaan murid-murid Hogwarts. Kisahnya sendiri berpusat pada penulis buku sekaligus zoologist spesialis satwa magis yakni Newt Scamander. Newt Scamander yang diperankan oleh Eddie Redmayne, aktor Inggris yang pernah meraih Oscar untuk kategori Best Actor lewat film nya The Theory Of everything, berpergian ke New York guna mengembalikan salah satu makhluk buasnya ke habitat semula, namun ternyata setelah menginjakan kaki di tanah New york, Newt sudah tertimpa masalah, salah satunya adalah lepasnya beberapa makhluk piaraanya. Namun tak disangka kejadian ini justru membawanya kedalam sekelumit masalah yang lebih besar dari dugaanya, yakni aksi penyihir jahat Gellert Grindewald (Johnny Depp).

Pemilihan Eddie sebagai Newt scamander terbilang sangat tepat, pasalnya Eddie berhasil memerankan sosok Newt yang pemalu namun berbakat, seorang sarjana sihir yang menguasai ilmu Magizoologist. Peranya memainkan sosok Newt tentu saja mendapat acungan jempol, gerak geriknya serta cara bicaranya memanjakan makhluk piaraanya berhasil ia lakukan, tak sia-sia jika sebelum memerankan sosok Newt. Eddie sering berkunjung ke kebun binatang guna memahami karakter-karakter binatang. Totalitas.

Fantastic Beast sendiri disutradarai oleh David Yates yang juga memegang kendali dalam 4 seri terakhir film Harry Potter, maka bisa saya bilang bahwa Yates sudah menjadi ahlinya dalam bidang sutradara film fantasi. Untuk penulis skenario, tentu saja Rowling memegang kendali penuh tugas ini. Alur cerita pun berjalan santai, walaupun terdapat beberapa lubang yang terlihat, namun dapat sedikit tertupi lewat beberapa karakter tambahan yang berperan baik. Sebut saja Katherine Waterston yang tampil apik memerankan sosok Tina. lalu saudarinya yang centil Queenie yang dilakoni oleh Alison Sudol, serta Dan Fogler sebagai Jacob Kowalsky si muggle/no-maj yang lucu. Selain nama tersebut tak ketinggalan nama besar lain yang berhasil membangun karakternya masing-masing, layaknya John Voight, Samantha Morton, Zoe Kravitz,  (terutama) Ezra Miller serta Colin Ferrell dan kemunculan singkat Johnny Depp yang tak disangka menjadi sebuah hadiah besar di akhir film.
Dan tentunya karena ini adalah sebuah perluasan dari waralaba besar, Warner Bros selaku pihak studio tentunya tidak pelit menggelontorkan dana besar yang untungnya dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan latar tahun 20'an, tata artistik yang disuguhkan benar-benar memanjakan mata. Efek CGI-nya pun terlihat mewah dalam menampilkan efek magic dunia sihir serta makhluk-makhluk sihir. Seperti yang saya sebutkan tadi, David Yates mengemban tugas dengan sangat baik dengan dibantu para kru.
Tentu saja yang paling utama adalah sang penulis sendiri, Rowling yang sudah berpengalaman dalam menyampaikan cerita sihir tahu harus bagaimana menuliskan narasinya. Walaupun terlihat santai, sebagai film yang akan ada sekuelnya nanti, Fantastic Beast And Where To Find Them berhasil membangun pondasi untuk film-film berikutnya.

Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)
7.3Xinemagz.com









Kesimpulan
Mengobati kerinduan dunia sihir milik J.K. Rowling, sebagai film pertama, Fantastic Beast berhasil menjadi pondasi yang cukup untuk film-film fantasi sihir berikutnya.

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments